Kalender

November 2020
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Kategori

April 22, 2021

Dinas Pendidikan Kab Ponorogo

Gedung Terpadu lantai 3. jalan Basuki Rahmat Telp/Fax (0352) 481479/383542

MEMBANGUN PRESTASI SENI KERAWITAN MELALUI FASILITASI SARANA KESENIAN

3 min read

Ditengah pandemi covid 19 yang melanda hampir semua sektor kehidupan, sektor pendidikan mengalami gancangan  hebat yang menyebabkan kegiatan kurikuler maupun ekstra kurikuler di sekolah harus berhenti dan ditata ulang. Kegiatan ekstra seni kerawitan SMPN 1 Badegan Ponorogo Jawa Timur yang letaknya diperbatasan dengan Jawa Tengah melakukan pembenahan berbagai hal. Salah salah terobosannya  adalah realisasi FSK kemdikbud tahun 2020.

          Proses pengajuan FSK dimulai dari pengajuan proposal pada Januari 2020, Ferifikasi kelayakan tanggal 21 Juli 2020, Bimtek calon penerima FSK tanggal 13 – 15 Agustus 2020, dan pencairan dana masuk rekening sekolah  tanggal 1 September 2020 senilai Rp. 90.000.000,- (sembilan puluh juta rupiah). Bantuan tersebut harus terwujud hingga tanggal 30 Nopember 2020 sudah harus dilaporkan.

          Sesuai proposal yang diajukan, bantuan digunakan untuk pengadaan perangkat gamelan dari bahan besi. Tim fasilitasi sarana kesenian (FSK) yang telah dibentuk segera melakukan rapat koordinasi, pengecekan rekening di Bank Jatim, survey lokasi barang, ferivikasi kebutuhan, negosiasi dan pemesanan barang.

          Pemesanan barang dilakukan satu minggu setelah kepastian dana bantuan masuk rekening kepada salah satu pengrajin gamelan bapak Agus yang rumahnya di Desa Dayakan,  sebuah Desa yang berada dipuncak pegunungan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pacitan . Pihak sekolah sebagai pemesan dan bapak Agus sebagai pembuat barang sepakat bahwa barang akan dikrim ke sekolah selambat- lambatnya dua bulan dari tanggal pemesanan.

          Pengadaan peralatan gamelan sangat penting diwujudkan dengan beberapa pertimbangan yaitu :

1) Potensi masyarakat disekitar sekolah sangat mendukung kegiatan kerawitan yang dibuktikan dengan  paguyuban  kerawitan tumbuh subur di masyarakat;

2) Kemampuan siswa dibidang kerawitan sangat baik karena sudah mengikuti pelatihan kerawitan sejak di SD;

3) Minat siswa mengikuti kerawitan cukup banyak yang dibuktikan dengan kegiatan ekstra kurikuler dijadwal 3 kali dalam seminggu untuk kelas, 7,8 dan 9;

4) Ketersediaan tenaga pelatih profesional yang direkrut dari pelatih  paguyuban kerawitan yang tumbuh subur di lingkungan sekitar sekolah;

5) Ketersedian guru pendamping dari mapel seni budaya yang berpengalaman;

6) Ketersediaan dana BOS dan sumbangan sukarela komite sekolah untuk pelatihan dan pentas mengikuti festival;

7) Dukungan komite sekolah, Kepala Desa, Camat Badegan dan  Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo selalu mendampingi dan memonitor perkembangan kerawitan di sekolah;

8) Prestasi siswa sebagai juara 3 lomba kerawitan tingkat Kabupaten walaupun dengan peralatan sewa yang kondisinya memprihatinkan perlu ditingkatkan lebih baik lagi.

Untuk membangun kegiatan kerawitan menuju peningkatan prestasi dapat dilakukan dengan ;

Pertama, mengaktifkan latihan rutin di sekolah yang difokuskan pada peningkatan kompetensi memaikan instrumen gamelan dan berlatih olah vokal menguasai gending – gending jawa;

Kedua, melingkatkan frekwensi latihan khususnya jika menghadapi lomba kerawitan di tingkat kabupaten yang difokuskan pada tim khusus yang dipiih dari peserta ekstra kerawitan dari setiap jenjang kelas;

Ketiga, memotivasi siswa untuk selalu bersemangat dalam latihan;

Keempat, berkolaborasi dengan guru Bimbingan  Konseling untuk membantu siswa yang kurang aktif dalam latihan;

Kelima, berkolaborasi orangtua untuk membantu siswa mengalami kesulitan rumah jauh dari sekolah, kesulitan mengikuti latihan diluar jam sekolah;

Keenam : Studi Banding, dilakukan untuk mendapatkan pengalaman baik dari paguyuban kerawitan di tingkat SMP yang telah berhasil lebih dulu berhasil mencapai prestasi terbaik lomba kerawitan di tingkat kabupaten Ponorogo. Hasil studi dibanding dibukukan dan disosialisasikan kepada tim kerawitan sekolah maupun Kepala sekolah untuk mendapatkan rekomendasi langkah – langkah perbaikan yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan siswa, pelatih, pendamping maupun sarana prasarana yang dimiliki sekolah. (maksum/KS)