Dinas Pendidikan Ponorogo – Penurunan Angka Tidak Sekolah (ATS) menjadi salah satu indikator peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Ponorogo. Karena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo bersama masyarakat terus berupaya mendorong ATS agar mau bersekolah kembali.
Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Drs. H. Nurhadi Hanuri M.M mengungkapkan pihaknya telah melakukan tahapan untuk merealisasi hal tersebut. Yakni dimulai dari pendataan jumlah ATS, melalui program verifikasi dan validasi data ATS disetiap desa dan kecamatan.
“Kegiatan ini sudah kami lakukan selama satu bulan penuh. Harapannya dengan data tersebut kita dan masyarakat bisa bergerak untuk mengentaskan para ATS ini untuk mau bersekolah kembali,” terang Kadindik, (17/6/2025).

Kapan verifikasi dan validasi itu dilakukan, Kadindik menyebut kegiatan dilakukan di 21 kecamatan mulai dari 29 April dan 22 Mei 2025 lalu. Dari kegiatan itu, dinas telah mencatat sedikitnya ada pengurangan hingga 457 ATS. Terdiri dari 378 ATS dari kategori Belum Pernah Sekolah (BPS), 29 ATS dari Drop Out (DO) dan 50 ATS dari Lulus Tidak Melanjutkan (LTM).
Dari usia 7 sampai 15 tahun, jumlah keseluruhan yang terdata untuk kategori BPS dari pada April 2025 ada 1.511 anak dan Juni menjadi 1.133 anak. Untuk kategori DO usia SD, SMP dan SMA sederajat pada April ada 1.398 dan Juni turun menjadi 1.369 anak. Sedangkan untuk kategori LTM, ada 1.877 anak pada April dan 1.827 pada Juni 2025.
“Semua kategori tersebut setiap bulan terdapat penurunan angka. Ada yang melanjutkan sekolah dan ada yang bekerja. Kami berharap pemerintah desa dan kecamatan juga terlibat aktif dalam mendorong warganya untuk kembali bersekolah melalui kejar paket,” harapnya.

Menyikapi masih banyaknya ATS, imbuh Kadindik pihaknya terus mendorong kecamatan dan desa lebih aktif dalam ikut serta menangani jumlah ATS. Yakni dengan mendata sekaligus memotivasi para ATS agar mau bersekolah kembali.
Selain itu, Dinas juga telah melakukan penguatan lembaga PKBM dan SKB sebagai satuan pendidikan yang menangani kesetaraan atau kejar paket A, B dan C. Dinas juga telah mengalokasikan anggaran khusus bagi ATS melalui APBD berupa Bantuan Operasional Daerah (BOSDA) untuk PKBM agar memberikan layanan pendidikan optimal bagi para ATS yang mau bersekolah kembali.
“Pendidikan ini menjadi tugas dan tanggung jawab bersama. Mari bersama-sama memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan para peserta didik di Kabupaten Ponorogo,” tegasnya.
(Humas Dinas Pendidikan)






