Dinas Pendidikan Ponorogo – Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M. selaku Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Ponorogo membuka kegiatan Workshop Pembuatan Modul Bahan Ajar Pembelajaran Yang Berdiferensiasi di Aula SMPN 2 Ponorogo, Selasa (23/07/2024).
Kadindik juga memberikan materi “Kebijakan Umum Pendidikan Pada Penyusunan Modul Ajar” kepada puluhan guru yang mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh SMPN 2 Ponorogo itu.
“Workshop ini mendorong guru – guru untuk menghasilkan karya. Yang membuat siswa itu hebat adalah kepekaan guru dalam mencermati dalam mendesain bahan ajar dan model – model pembelajaran yang sesuai dengan kontektual yang ada,” katanya.

Kadindik meminta jika pelajar dituntut untuk berinovasi, maka gurunya yang harus lebih dulu berinovasi. Guru harus memberikan contoh sehingga komunikasinya dapat lebih mengalir. Guru harus punya mindset menjadi fasilitator, untuk membangkitkan semangat peserta didik.
“Guru harus bisa mendorong pelajar untuk berkomunikasi. Jangan jadikan pelajar menjadi pendengar setia. Jangan dorong anak didik kita diam dalam pembelajaran, dorong mereka untuk berani bertanya,” tegas Kadindik.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Ponorogo, Imam Syaifudin, M.Or. menjelaskan workshop itu diperuntukkan bagi internal SMPN 2 Ponorogo. Total ada 52 guru dari 12 mapel yang mengikuti workshop itu.
Lanjutnya, workshop tersebut bertujuan agar guru mampu memahami Permendikbud No 8 Tahun 2024 dan menerapkan Permendikbud No 12 Tahun 2024. Dan guru dapat memberikan pelayanan yang terbaik dalam rangka pembelajaran yang berdiferensiasi.
“Di Kurikulum Merdeka, karakteristik peserta didik berbeda – beda. Jadi modul pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik mereka. Jika ini dilakukan dengan baik, anak – anak dari berbagai karakteristik bisa terlayani semuanya,” jelas Kepala SMPN 2 Ponorogo. (Humas Dinas Pendidikan)








