Dinas Pendidikan Ponorogo- Seni Reog yang masuk sebagai mata pelajaran muatan lokal atau Mapel Mulok di satuan pendidikan Kabupaten Ponorogo ternyata menjadi daya tarik khusus bagi Dinas Pendidikan Kota Blitar. Hal itu pula yang mendasari studi banding dinas terkait, ke Dinas Pendidikan Ponorogo, Selasa (2/7/2024).
Rombongan yang diketuai Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Blitar, Didit Rahman Hidayat S. Sos, M.A.P itu diterima Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri M.M dan jajaran. Selama hampir dua jam rombongan yang beranggotakan Kabid PTK, Mohamad Arifin, Kabid Dikdas Jais Alwi Mashuri, S.Sos, Kabid PNF Turkamandoko, SE, serta staf fungsional Dinas Pendidikan Kota Blitar itu berdiskusi di ruang rapat. Khususnya terkait implementasi seni Reog sebagai Mapel Mulok di jenjang Sekolah Dasar.
“Mapel Mulok tentang seni Reog ini menjadi salah satu upaya Dinas Pendidikan dan Pemkab Ponorogo dalam melestarikan budaya khas Ponorogo,” ungkap Kadindik.

Melalui Mulok, lanjut Kadindik para siswa akan belajar mencintai dan menumbuhkan rasa memiliki seni Reog. Setelah menjadi Mulok, pemerintah kemudian mewadahi kreativitas mereka dalam kompetisi atau even tahunan Festival Reog Remaja (FRR). Selain itu, sejumlah sekolah di Ponorogo juga mengajarkan seni budaya sebagai mata pelajaran khusus.
“Jadi anak-anak ini menjadi lebih semangat. Dan ini juga sejalan dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5. Anak-anak bisa membuat merchandise atau suvenir tentang Reog dan diperjualbelikan,” paparnya.
Selain seni Reog sebagai Mapel Mulok, kunjungan Dinas Pendidikan Kota Blitar ini juga berkaitan dengan perkembangan kualitas pendidikan keagamaan di Ponorogo. Wisuda Tahfidz yang do naungi Perbup nomor 37 tahun 2022, juga menjadi salah satu program menarik yang saat ini belum dimiliki kota kabupaten lain. Termasuk Kota Blitar.

“Awalnya memang mendapat respon luar biasa dari masyarakat. Banyak pro kontra, akan tetapi sekarang ini menjadi program unggulan untuk satuan pendidikan di Kabupaten Ponorogo,” paparnya.
Tahun ketiga ini, lanjut Kadindik Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah meluluskan ribuan tahfidz jenjang SD maupun SMP. Tidak hanya hafal satu atau dua jus, para siswa juga ada yang hafal hingga 30 juz.
Terakhir, kunjungan Dinas Pendidikan Kota Blitar kali ini juga ingin belajar tentang izin pendirian sekolah di Ponorogo. Kepada rombongan Kadindik menyampaikan jika Dinas Ponorogo memang memberikan keleluasaan bagi lembaga pendidikan khususnya non formal untuk mendirikan lembaga belajar. Hal itu selaras dengan program pemerintah dalam upaya menuntaskan angka putus sekolah.
“Menurut kami kolaborasi dengan lembaga pendidikan itu penting. Setidaknya ada 9 LKP dan 1 SKB di Ponorogo yang saat ini bekerjasama mengentaskan angka putus sekolah. Terakhir kami meluluskan 420 lebih peserta pendidikan kesetaraan tahun 2024 di Ponorogo,” imbuhnya.

Kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Blitar dan jajaran Kadindik juga menyampaikan rasa terima kasih atas kegiatan studi banding kali ini. Kadindik berharap agar apa yang sudah dilaksanakan di satuan pendidikan Kabupaten Ponorogo ini bisa memberikan pencerahan dalam peningkatan dunia pendidikan di Kita Blitar. Sebelumnya studi banding ke Dinas Pendidikan Ponorogo juga dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Nganjuk dan Jombang. (Humas Dinas Pendidikan Ponorogo)







