Dinas Pendidikan Ponorogo – Mengusung tema “Jejak Langkah Merajut Asa” Dinas Pendidikan Ponorogo menggelar seni tradisi dan keberagaman budaya kolaborasi guru dan murid, Sabtu (24/5/2025). Bertempat di depan SMPN 1 Ponorogo, acara dihadiri Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko serta Wabup Lisdyarita.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi luar biasa bagi Dinas Pendidikan yang dianggap mampu menyuguhkan sajian karya nyata selama momen peringatan Hardiknas dan Harkitnas 2025 ini.
“Sungguh saya merasa bangga. Ini luar biasa Dinas Pendidikan mampu menunjukkan sesuatunya yang dahsyat. Ada senam sehat, fashion show, festival dalang bocah, aneka lomba tingkat PAUD, senam budaya yang merefleksikan Reog, launching buju Bahasa Jawa dan besok ada senam masal 5 ribu tenaga pendidik dan kependidikan,” ungkap Kang Bupati.

Menurut Kang Bupati, tentu saja hal itu tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak. Mulai dari guru, kepala sekolah, murid serta wali murid dan juga semua stake holder yang mendukung terwujudnya seluruh rangkaian pendidikan yang hebat.
“Ini adalah capaian iorkestrasi berbagai unsur. Ada guru yang sangat luar biasa dibina oleh kepala sekolah yang keren, murid dan wali murid yang kreatif dan diolah menjadi produk pendidikan yang indah. Saya mimpi besar pendidikan kita tidak boleh ketinggalan dari sisi mana pun.
Jawanya digerakkan dengan dahsyat, ngajinya digerakkan dengan super dahsyat. Bektinya bekti Quran dan jiwanya Jawa. Takdimnya dapat, sopannya dapat. Maka pendidikan generasi kita jadi top,” imbuhnya.
Dalam acara itu, Bupati dan Wabup juga berkesempatan memberikan penghargaan kepada 10 SMP dengan jumlah tahfidz terbanyak. Seperti SMPN 6, SMPN 2 Kauman, SMPN 4, SMPN 1 Ponorogo serta SMPN 1 Siman.
Bupati bersama BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan kepada ahli waris guru yang meninggal dunia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Drs. H. Nurhadi Hanuri M.M menyampaikan rasa terima kasih kepada orang nomor satu dan dua di Kabupaten Ponorogo itu yang berkenan hadir terlibat langsung dengan seluruh rangkaian peringatan Hardiknas dan Harkitnas 2025 ini.
Kadindik menyampaikan malam seni tradisi tradisi dan keberagaman budaya kolaborasi guru dan murid 2025 kali ini merupakan bukti nyata bahwasannya kolaborasi antara guru dan siswa sangat diperlukan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang imbang.
“Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi antara guru dan siswa itu hukumnya wajib. Kalau siswa dituntut untuk bisa, maka gurunya harus bisa lebih dulu,” ungkapnya.

Puluhan siswa dan guru SMP Negeri dan Swasta tampil kreatif dalam acara dengan konsep “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” tersebut. Ada yang menyajikan monolog Suminten Edan diiringi gamelan, kemudian ada tari Saman Aceh oleh siswa SMP Muhammadiyah 2, hingga teatrikal “Tetep Nyawiji” dari SMPN 1 Pulung.
(Humas Dinas Pendidikan)







