Dinas Pendidikan Ponorogo – Masih dalam rangkaian kegiatan Hardiknas dan Harkitnas, Dinas Pendidikan Ponorogo menggelar Festival Dalang Bocah 2025, Jumat (24/5/2025). Kegiatan yang terpusat di halaman SMPN 1 itu, diikuti sedikitnya 13 dalang dari jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Ponorogo.
Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Drs. H. Nurhadi Hanuri M.M menuturkan kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan seni budaya khususnya Wayang Kulit. Selain itu, festival yang digelar kali pertama ini juga sebagai wadah bagi para pedagang cilik dalam menunjukkan potensi dan prestasinya.
Kadindik juga menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya terhadap seluruh peserta. Mereka merupakan cikal bakal dalang kondang yang akan melestarikan seni budaya Jawa, yakni Wayang Kulit.


“Ini luar biasa. Animo peserta juga sangat hebat. Terima kasih anak-anakku, kalian telah mampu mewarisi budaya leluhur kita dengan baik. Teruslah berkarya dan berprestasi untuk menjaga serta melestarikan budaya bangsa,” pesan Kadindik.
Even ini melibatkan sedikitnya 13 peserta terdiri dari 7 peserta SD dan 5 SMP. Satu lainnya merupakan penampilan ekshibisi dari SMPN 1 Ponorogo. Mereka tampil dalam dua sesi. Yakni sesi pertama ada Dharmesta Juve Nugroho Sanjiasworo dari SDN 1 Balong, Nata Galih Pradipta dari SDN 1 Prajegan, Ahdan Tantama Prayogo dari SDIT Darul Fallah Sukorejo, dan lainnya.
Kemudian pada sesi kedua, ada Rifky Nazrullah Harino Algifari dari SMPN 1 Ngebel, kemudian ada penampil dari SMPN 1 Kauman, SMPN 2 Ponorogo, dua dari SMPN 1 Balong.
Belasan dalang bocah ini tampil memukau dengan menyajikan berbagai lakon wayang dengan ciri khas masing-masing. Seperti penampilan dalang Yusuf Lelono Rahardjo dari SMPN 1 Kauman tampil energik dengan lakon “Dewo Rudi.”

Dalam kesempatan itu pula panitia secara khusus juga mendatangkan dewan juri dari Surabaya, Solo dan Magetan. Ketiga dewan juri profesional itu yakni Putut Puji Agusseno, M.Sn dari Magetan, Harjono, S.Sn dari Surabaya dan Kukuh Ridho Laksono S.Sn dari Surakarta.
Ketiga dewan juri tersebut memilih pemenang dengan sangat teliti. Sederet kriteria menjadi standar penilaian. Seperti penampilan, sajian, ketepatan narasi dan gamelan serta banyak lagi.
“Harapannya even seperti ini terus berlanjut ditahun-tahun berikutnya. Ini sebagai upaya kita untuk memberikan wadah potensi dan kreativitas anak. Selamat bertanding selamat beraktivitas,” tutupnya.
(Humas Dinas Pendidikan)






